Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Perjalanan Medali Seorang Juara


 

Perjalanan Medali Seorang Juara — Yayat Suyatna

Perjalanan Medali Seorang Juara

Ketuk untuk mulai membaca.

Ketika seorang atlet berdiri di podium, kita melihat medali emas berkilau di dadanya. Kita mendengar lagu kebangsaan, melihat bendera naik, lalu ikut merasa bangga.

Namun perjalanan medali itu dimulai jauh sebelum pertandingan.

Ia bermula dari seorang anak yang mencoba, gagal, lalu mencoba lagi. Dari pelatih yang tetap datang ketika belum ada yang menonton. Dari orang tua yang menyiapkan bekal dan ongkos perjalanan, kadang sambil menyimpan cemas tentang masa depan anaknya.

Medali emas ditempa pada pagi ketika tubuh masih ingin tidur. Pada latihan yang hasilnya belum terlihat. Pada cedera yang memaksa atlet berhenti sejenak, sementara lawan terus maju. Ia tumbuh bersama disiplin, kesabaran, dan keberanian untuk kembali setelah kalah.

Lalu tibalah hari pertandingan. Semua kerja bertahun-tahun seolah dipadatkan menjadi beberapa menit. Ada yang menang, ada yang pulang dengan air mata. Bahkan sebelum hasil diumumkan, setiap atlet telah membawa kisah perjuangan yang tidak terlihat dari tribun.

Karena itu, satu medali emas tidak pernah menjadi milik satu orang saja. Di dalamnya ada tangan pelatih, doa keluarga, dukungan teman, dan kesempatan yang dibuka oleh banyak orang.

Kita patut merayakan sang juara. Tetapi setelah sorak-sorai reda, ada pertanyaan yang juga perlu kita jawab: sudahkah kita menjaga tempat anak-anak berlatih, mendampingi mereka saat kalah, dan memberi mereka kesempatan untuk terus bertumbuh?

Sebab perjalanan medali emas berikutnya mungkin sedang dimulai hari ini—di lapangan kecil, oleh seorang anak yang belum dikenal namanya, tetapi tidak berhenti mencoba.

pikiranyayat.com