Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Jadi Pengkritik : Ada Syaratnya


 

Jadi Pengkritik, Ada Syaratnya Lho

Oleh Yayat Suyatna

Mengkritik itu mudah. Melihat kekurangan orang lain jauh lebih gampang daripada menemukan kekurangan diri sendiri.

Karena itu, menjadi pengkritik sebenarnya ada syaratnya.

Pertama, pahami dulu sebelum menghakimi. Jangan hanya membaca judul, lalu merasa sudah menguasai seluruh persoalan. Jangan melihat satu kejadian, lalu merasa tahu semua keadaan.

Kedua, bawa data, bukan sekadar prasangka. Kritik yang lahir dari fakta akan membantu orang berpikir. Kritik yang lahir dari asumsi hanya akan memperpanjang keributan.

Ketiga, berikan jalan keluar. Menunjukkan lubang memang penting, tetapi akan lebih berarti jika kita ikut menunjukkan bagaimana menutupnya.

Keempat, siap dikritik kembali. Ini yang paling berat. Jangan sampai kita sangat berani mengoreksi orang lain, tetapi marah ketika orang lain mengoreksi kita.

Dan terakhir, periksa niat. Apakah kita mengkritik karena ingin sesuatu menjadi lebih baik, atau hanya ingin terlihat lebih pintar?

Sebab kritik bukan perlombaan mencari siapa yang paling salah.

Kritik adalah keberanian menunjukkan kekurangan, disertai kerendahan hati untuk mengakui bahwa kita sendiri belum tentu lebih baik.

Jadi, silakan mengkritik.

Tapi sebelum menunjuk orang lain, sesekali arahkan telunjuk itu kepada diri sendiri.

Karena pengkritik yang baik bukan orang yang paling pandai menemukan kesalahan.

Ia adalah orang yang tetap adil ketika menilai orang lain, dan tetap rendah hati ketika menilai dirinya sendiri.
pikiranyayat.com
Tidak menggurui, tapi menemani. Tidak sekadar dibaca, tapi dirasakan.