Refleksi Kehidupan
Semakin Ditunjukkan Kesalahannya, Semakin Menolak
Tidak semua orang yang salah siap diberi tahu bahwa dirinya salah.
Kadang, semakin keras kita menunjukkan kesalahannya, semakin kuat pula ia membela diri. Bukan karena ia tidak mengerti, tetapi karena harga dirinya merasa sedang diserang.
Manusia sering lebih mudah menerima nasihat ketika ia merasa dihargai, bukan dihakimi.
Karena itu, kebenaran tidak selalu harus disampaikan dengan suara keras. Ada saatnya nasihat perlu dibungkus dengan kelembutan, diberikan pada waktu yang tepat, dan disampaikan tanpa mempermalukan.
Menegur seseorang di depan banyak orang mungkin membuat kita merasa sedang membela kebenaran. Tetapi bagi orang yang ditegur, yang muncul justru kebutuhan untuk mempertahankan dirinya.
Akhirnya yang diperdebatkan bukan lagi benar atau salah, melainkan siapa yang menang dan siapa yang kalah.
Maka sebelum menunjukkan kesalahan orang lain, tanyakan kepada diri sendiri:
Apakah saya ingin ia berubah, atau sekadar ingin membuktikan bahwa saya benar?
Jika tujuan kita adalah perubahan, terkadang satu kalimat yang lembut jauh lebih kuat daripada seribu kalimat yang menyudutkan.
Sebab manusia tidak selalu berubah karena kalah berdebat.
Sering kali ia berubah karena merasa dimengerti.
Menunjukkan kesalahan adalah mudah. Membantu seseorang menyadari kesalahannya tanpa merendahkan harga dirinya, itulah akhlak.
