Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Keindahan Akan Terlihat : Kita Hanya Perlu Menyingkirkan yang Menghalanginya

Sesuatu yang Indah Akan Tampak — Yayat Suyatna

Sesuatu yang Indah Akan Tampak: Kita Hanya Perlu Menyingkirkan yang Menghalanginya

Oleh Yayat Suyatna

Siap dibacakan

Kadang kita terlalu sibuk mencari keindahan, padahal sesungguhnya ia sudah ada di depan mata.

Seperti matahari yang tertutup awan. Mataharinya tidak pernah hilang. Kita hanya tidak melihatnya karena ada sesuatu yang menghalangi.

Begitu pula dalam kehidupan.

Kebaikan dalam diri sering tertutup oleh ego. Kebahagiaan tertutup oleh keinginan yang berlebihan. Ketenangan tertutup oleh pikiran yang terlalu ramai. Rasa syukur tertutup oleh kebiasaan membandingkan. Dan jalan keluar terkadang tertutup oleh ketakutan kita sendiri.

Mungkin karena itulah, hidup tidak selalu meminta kita menambah sesuatu. Kadang justru meminta kita mengurangi.

Kurangi prasangka. Kurangi iri. Kurangi keluhan. Kurangi keinginan untuk selalu terlihat hebat. Kurangi beban masa lalu yang terus kita bawa ke mana-mana.

Ketika yang menghalangi perlahan disingkirkan, kita mulai melihat bahwa hidup sebenarnya tidak seburuk yang kita pikirkan.

Hati terasa lebih lapang. Pikiran menjadi lebih jernih. Hal-hal sederhana kembali terasa berharga.

Kita pun menyadari: mungkin kebahagiaan bukan sesuatu yang harus dikejar terlalu jauh.

Ia sudah ada.

Pada keluarga yang masih bisa kita peluk. Pada kesehatan yang sering kita anggap biasa. Pada secangkir kopi pagi hari. Pada seseorang yang masih menanyakan kabar. Pada kesempatan untuk bangun dan memulai kembali.

Seorang pemahat tidak menciptakan keindahan dengan menambahkan batu. Ia justru membuang bagian-bagian yang tidak diperlukan, sampai bentuk indah yang tersembunyi di dalamnya terlihat.

Barangkali hidup juga demikian.

Kita tidak selalu harus menjadi sesuatu yang baru untuk menemukan kedamaian. Kita hanya perlu menyingkirkan sedikit demi sedikit apa yang selama ini menutupi diri kita yang sebenarnya.

Sebab terkadang, yang indah itu tidak perlu diciptakan.

Ia sudah ada.

Kita hanya perlu menyingkirkan yang menghalanginya.

pikiranyayat.com

Tidak menggurui, tapi menemani. Tidak sekadar dibaca, tapi dirasakan.