Semut Bisa Nggak ke Amerika?
Pertanyaan ini terdengar lucu. Seolah-olah ada seekor semut kecil berdiri di pinggir jalan, membawa tas, lalu berkata, “Saya mau berangkat ke Amerika.”
Kalau semut harus berjalan sendiri dari Indonesia ke Amerika, tentu hampir mustahil. Tubuhnya kecil, jalannya pelan, lautnya luas, dan perjalanannya terlalu jauh. Semut bukan burung yang bisa terbang jauh. Semut juga bukan manusia yang bisa membeli tiket pesawat.
Tapi anehnya, semut bisa saja sampai ke Amerika.
Caranya bukan karena ia kuat berjalan. Bukan karena ia punya peta. Bukan pula karena ia punya paspor. Semut bisa sampai ke Amerika karena terbawa. Bisa terbawa kapal, koper, kayu, kardus, tanaman, atau barang-barang yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
Di situlah hidup memberi pelajaran.
Kadang yang kecil bisa sampai ke tempat yang jauh, bukan karena ia besar, tapi karena ia berada pada jalan yang tepat. Bukan karena ia hebat sendiri, tapi karena ia ikut pada kendaraan yang benar.
Manusia pun begitu.
Ada orang yang hidupnya sederhana, ilmunya biasa saja, hartanya tidak banyak, tetapi ia bisa sampai pada tempat yang tinggi karena tekun, sabar, dan mau ikut proses. Ada juga yang merasa besar, merasa pintar, merasa kuat, tetapi tidak bergerak ke mana-mana karena salah jalan, salah pergaulan, dan salah arah.
Semut mengajarkan bahwa ukuran badan bukan ukuran perjalanan. Yang kecil belum tentu tidak mampu. Yang lemah belum tentu tidak sampai. Yang penting adalah arah, kesempatan, dan kebersamaan.
Semut juga tidak pernah hidup sendirian. Ia berjalan bersama koloninya. Ia bekerja, berbagi tugas, dan tidak banyak mengeluh. Mungkin karena itu semut sering sampai pada tempat-tempat yang tidak kita duga.
Maka kalau ada yang bertanya, “Semut bisa nggak ke Amerika?”
Jawabannya: bisa, asal terbawa jalan yang benar.
Dan manusia pun bisa sampai pada cita-citanya, asal mau bergerak, mau belajar, mau sabar, dan tidak malu memulai dari langkah kecil.
Sebab perjalanan besar sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele.
Bahkan dari seekor semut.
