Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Hardolin : Dibalik Candaan Ada Sentilan Kesadaran


 

Hardolin: Ungkapan Klasik yang Hidup Di Zaman Sekarang

Oleh Yayat Suyatna

Dalam budaya Sunda, kita mengenal istilah jenaka Hardolin, singkatan dari Dahar, Modol, Ulin.

Sekilas terdengar lucu dan mengundang tawa. Namun jika direnungkan, istilah ini menyimpan kritik sosial yang cukup dalam.

Hardolin menggambarkan kehidupan yang berjalan tanpa arah. Hari-hari diisi dengan makan, memenuhi kebutuhan biologis, lalu bersenang-senang.

Tidak ada target, tidak ada karya, tidak ada kontribusi bagi lingkungan sekitar.

Padahal manusia diciptakan dengan akal, hati, dan kemampuan untuk berkarya.

Kehidupan yang bermakna bukan hanya tentang menikmati hasil, tetapi juga tentang menciptakan manfaat bagi sesama.

Generasi muda perlu menjadikan Hardolin sebagai bahan introspeksi.

Jangan sampai waktu habis hanya untuk kesenangan sesaat.

Isi hidup dengan belajar, bekerja, berolahraga, berorganisasi, dan berbuat baik.

Karena pada akhirnya, yang dikenang dari seseorang bukanlah seberapa banyak ia makan atau bermain, tetapi seberapa besar manfaat yang ia tinggalkan.

Hidup jangan berhenti di Hardolin. Jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk belajar, berkarya, dan memberi manfaat.

pikiranyayat.com