Selalu Ada Cahaya di Ujung Terowongan
Oleh: Yayat Suyatna
Hidup tidak selalu berjalan di jalan yang terang.
Ada kalanya kita harus melewati lorong panjang yang gelap, sempit, dan melelahkan.
Saat itu, kita sering merasa seolah-olah perjalanan ini tidak akan pernah berakhir.
Masalah datang silih berganti.
Harapan terasa menjauh.
Langkah menjadi berat.
Bahkan terkadang kita bertanya, sampai kapan semua ini harus saya hadapi?
Namun, terowongan dibuat bukan untuk menjadi tempat tinggal.
Terowongan dibuat untuk dilewati.
Gelapnya terowongan bukan tanda bahwa perjalanan telah berakhir.
Justru itu pertanda bahwa kita sedang berada di tengah proses menuju tempat yang lebih terang.
Lihatlah alam.
Malam yang paling gelap selalu mendekati fajar.
Hujan yang paling deras pun akhirnya reda.
Begitu pula dengan kesulitan hidup.
Tidak ada kesedihan yang abadi.
Tidak ada masalah yang tidak berubah.
Sering kali cahaya itu belum terlihat bukan karena tidak ada, tetapi karena kita belum cukup jauh melangkah.
Maka ketika hidup terasa berat, jangan berhenti.
Istirahatlah bila perlu, tetapi jangan menyerah.
Tetap berjalan meski perlahan.
Sebab setiap langkah kecil membawa kita lebih dekat kepada cahaya yang sedang menunggu di depan.
Barangkali hari ini Anda masih berada di dalam terowongan.
Tidak apa-apa.
Tetaplah percaya.
Karena cahaya itu ada.
Dan suatu hari nanti, ketika Anda berhasil keluar dari terowongan itu, Anda akan menyadari bahwa kegelapan yang pernah menakutkan ternyata telah mengajarkan banyak hal tentang kesabaran, keteguhan, dan harapan.
Sebab dalam hidup, bukan gelap yang menentukan akhir cerita, melainkan keberanian untuk terus melangkah hingga menemukan cahaya.
pikiranyayat.com
