Dunia Itu Adil: Hukum Alam Tidak Pernah Bercanda
Kadang kita merasa dunia ini tidak adil. Yang jujur belum tentu cepat menang. Yang bekerja keras belum tentu langsung terlihat hasilnya. Yang baik belum tentu selalu diperlakukan baik.
Tapi mungkin, dunia bukan tidak adil. Mungkin kita saja yang terlalu cepat menilai sebelum waktunya.
Sebab hukum alam tidak pernah bercanda.
Apa yang ditanam, suatu saat akan tumbuh. Apa yang dirawat, suatu saat akan kuat. Apa yang diabaikan, suatu saat akan runtuh. Apa yang disakiti, suatu saat akan meninggalkan luka.
Orang yang hari ini menipu, mungkin terlihat menang. Tapi ia sedang menanam kegelisahan. Orang yang hari ini malas, mungkin terlihat santai. Tapi ia sedang menabung kesulitan. Orang yang hari ini sabar, mungkin terlihat kalah. Tapi ia sedang membangun kekuatan yang tidak semua orang punya.
Dunia bekerja dengan caranya sendiri. Tidak selalu cepat, tapi tepat. Tidak selalu terlihat, tapi terasa. Tidak selalu membalas di depan mata, tapi tidak pernah lupa mencatat akibat dari setiap sebab.
Itulah mengapa jangan terlalu iri kepada orang yang tampak berhasil dengan jalan pintas. Jalan pintas sering terlihat mudah di awal, tetapi berat di akhir. Sebaliknya, jalan lurus sering terasa berat di awal, tetapi menenangkan di akhir.
Hidup ini seperti cermin. Kalau kita melempar senyum, suatu saat senyum itu kembali. Kalau kita melempar kebencian, suatu saat kebencian itu memantul. Kalau kita menanam kebaikan, mungkin bukan orang yang sama yang membalasnya, tetapi kehidupan punya cara untuk mengembalikannya.
Maka teruslah berjalan dengan benar. Bekerjalah dengan jujur. Berbuat baiklah tanpa terlalu banyak menghitung. Sabar bukan berarti lemah. Diam bukan berarti kalah. Ikhlas bukan berarti tidak punya rasa.
Dunia ini adil, hanya saja keadilannya tidak selalu datang sesuai jadwal yang kita minta.
Hukum alam tidak pernah bercanda. Yang sungguh-sungguh akan menemukan jalannya. Yang pura-pura akan terbuka wajah aslinya. Yang menanam kebaikan akan menuai ketenangan. Dan yang menanam keburukan, cepat atau lambat, akan berhadapan dengan hasil perbuatannya sendiri.
Karena pada akhirnya, hidup bukan hanya tentang siapa yang paling cepat sampai. Tetapi siapa yang tetap benar selama berjalan.
pikiranyayat.com
