Saat tidak berpuasa, segelas air putih sering dianggap hal biasa. Bahkan kadang kita lebih memilih minuman manis, kopi, atau minuman dingin berwarna-warni. Air putih terasa sederhana, hampir tidak istimewa.
Namun ketika puasa, ceritanya berubah. Menjelang sore hari, tenggorokan terasa kering, bibir mulai pecah, dan pikiran mulai sederhana: “Ya Allah… segelas air putih saja sudah cukup.”
Di situlah puasa mengajarkan sesuatu yang sering kita lupa: banyak nikmat besar dalam hidup sebenarnya terlihat kecil karena kita terlalu sering memilikinya. Air putih yang dulu terasa biasa, saat puasa justru terasa seperti minuman paling mewah di dunia.
Puasa mengingatkan kita untuk kembali menghargai hal-hal sederhana. Bukan hanya air, tetapi juga makanan, kesehatan, keluarga, dan waktu yang sering kita anggap biasa.
Kadang manusia tidak perlu kehilangan sesuatu terlalu lama untuk belajar bersyukur.
Cukup menahannya beberapa jam saja, dan kita mulai sadar betapa berharganya nikmat yang selama ini kita miliki. (pikiranyayat.com)