Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Di Mesjid Itu Kita Pernah Berteduh


 

Di Masjid Itu Kita Pernah Berteduh — Yayat Suyatna

Di Masjid Itu Kita Pernah Berteduh

Oleh Yayat Suyatna

Ada masa ketika kita datang ke masjid bukan karena hidup sedang tenang. Kita datang dengan pikiran yang penuh, langkah yang berat, dan hati yang tak tahu harus bercerita kepada siapa.

Di masjid itu, kita pernah berteduh.

Bukan dari hujan yang membasahi pakaian, melainkan dari kegelisahan yang diam-diam membasahi jiwa. Kita duduk di sudutnya, mendengar azan, lalu merasa seolah ada yang memanggil kita pulang.

Kita mungkin tidak langsung menemukan jawaban. Masalah tetap menunggu di luar pintu. Namun, setelah bersujud, hati yang tadinya sesak mendapat sedikit ruang untuk bernapas.

Masjid itu mengenal kita dalam banyak keadaan. Saat kita datang membawa syukur, juga saat kita datang membawa air mata. Lantainya pernah menjadi tempat dahi kita menempel ketika kata-kata tak lagi sanggup menjelaskan apa yang dirasakan.

Kelak, ketika hidup terasa lapang dan langkah kita kembali ringan, semoga kita tidak lupa jalan menuju masjid itu. Sebab di sanalah kita pernah belajar: manusia boleh lelah, boleh menangis, dan boleh merasa kehilangan arah. Tetapi ia selalu punya tempat untuk kembali kepada Allah.