Menjadi Baik Tanpa Harus Terlihat Baik
Tidak semua kebaikan harus diumumkan. Tidak semua pertolongan harus difoto. Tidak semua ibadah harus diketahui orang lain.
Ada kebaikan yang justru menjadi lebih indah ketika hanya diketahui oleh Tuhan dan orang yang menerimanya.
Menjadi baik berbeda dengan terlihat baik. Menjadi baik lahir dari ketulusan hati, sedangkan terlihat baik terkadang hanya usaha menjaga penilaian manusia.
Kita hidup pada zaman ketika banyak hal ingin diperlihatkan. Sedekah diperlihatkan, bantuan disiarkan, bahkan kesederhanaan pun kadang dipamerkan. Padahal, nilai kebaikan bukan terletak pada seberapa banyak orang yang melihat, tetapi pada seberapa tulus hati yang melakukannya.
Kebaikan sejati tidak sibuk mencari tepuk tangan. Ia tetap dilakukan meski tidak dipuji, tidak dihargai, bahkan tidak diketahui.
Seperti akar pohon yang tersembunyi di dalam tanah. Ia tidak terlihat, tetapi darinya pohon berdiri kokoh, daun tumbuh, dan buah dapat dinikmati banyak orang.
Maka, jangan lelah menjadi baik hanya karena kebaikan kita tidak diperhatikan. Jangan berhenti menolong hanya karena tidak mendapat ucapan terima kasih.
Sebab tujuan hidup bukan sekadar terlihat baik di hadapan manusia, tetapi sungguh-sungguh menjadi baik di hadapan Tuhan.
Teruslah berbuat baik dalam diam. Biarkan manusia tidak mengetahuinya. Asalkan Tuhan mengetahuinya, itu sudah lebih dari cukup.
