Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Jangan Bersedih


 

Jangan Bersedih — Yayat Suyatna

Jangan Bersedih

Oleh Yayat Suyatna

Siap membacakan artikel.

Jangan bersedih terlalu lama.

Boleh menangis.

Boleh merasa kecewa.

Boleh berhenti sejenak untuk menenangkan hati.

Karena kita manusia, bukan batu yang tidak memiliki rasa.

Namun jangan biarkan kesedihan tinggal terlalu lama di dalam dada. Sebab hidup tidak berhenti hanya karena satu harapan belum menjadi kenyataan.

Kadang kita bersedih karena kehilangan.

Kadang karena dikecewakan.

Kadang karena sesuatu yang telah kita perjuangkan ternyata tidak berjalan sesuai keinginan.

Kita lalu bertanya:

Kenapa harus aku?

Kenapa hidup terasa begitu berat?

Kenapa doa belum juga terjawab?

Padahal mungkin, bukan karena Allah tidak mendengar.

Bisa jadi Allah sedang menyiapkan waktu yang lebih baik.

Bisa jadi Allah sedang menjauhkan kita dari sesuatu yang tidak baik.

Atau mungkin Allah sedang menguatkan hati kita agar mampu menerima sesuatu yang lebih besar.

Jangan bersedih hanya karena seseorang pergi.

Tidak semua yang pergi adalah kehilangan. Kadang kepergian adalah cara Tuhan menyelamatkan kita dari luka yang lebih dalam.

Jangan bersedih karena gagal.

Kegagalan bukan akhir perjalanan. Ia hanya sebuah belokan yang mengajarkan kita agar lebih sabar, lebih kuat, dan lebih bijaksana.

Jangan bersedih karena hidup orang lain terlihat lebih indah.

Kita hanya melihat senyumnya, tetapi tidak mengetahui air matanya. Kita melihat keberhasilannya, tetapi tidak menyaksikan berapa banyak luka dan perjuangan yang telah dilaluinya.

Setiap orang memiliki waktunya sendiri.

Ada bunga yang mekar pada pagi hari.

Ada pula yang baru mekar ketika senja datang.

Keduanya tetap indah.

Maka jangan membandingkan perjalanan hidup kita dengan perjalanan orang lain.

Percayalah, apa yang ditakdirkan untuk kita tidak akan tertukar. Apa yang menjadi milik kita akan datang pada waktu yang tepat.

Ketika hati terasa berat, kembalilah kepada Allah.

Ceritakan semua kesedihan dalam doa. Tidak perlu menggunakan kata-kata yang indah. Karena Allah memahami air mata yang jatuh sebelum bibir mampu bercerita.

Kadang kita tidak membutuhkan jawaban.

Kita hanya membutuhkan keyakinan bahwa kita tidak pernah berjalan sendirian.

Bukankah setelah malam selalu ada pagi?

Bukankah setelah hujan terkadang muncul pelangi?

Begitu pula hidup.

Tidak ada kesedihan yang tinggal selamanya.

Suatu hari, kita akan melihat kembali masa sulit itu sambil tersenyum dan berkata:

Ternyata aku mampu melewatinya.

Maka jangan bersedih terlalu lama.

Hapus air mata.

Tarik napas perlahan.

Bangkitlah kembali.

Masih ada hari esok.

Masih ada harapan.

Masih ada orang-orang yang menyayangi kita.

Dan yang terpenting, masih ada Allah yang tidak pernah meninggalkan kita.

Karena mungkin hari ini kita sedang menangis.

Tetapi siapa tahu, esok hari Allah sedang menyiapkan alasan untuk kita kembali tersenyum.

Yayat Suyatna

pikiranyayat.com

Tidak menggurui, tapi menemani. Tidak sekadar dibaca, tapi dirasakan.