Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Perempuan dan Seekor Anjing


 

Sepatu Perempuan Nakal yang Menyelamatkan Anjing Saat Musim Kemarau

Oleh: Yayat Suyatna

Kemarau datang tanpa belas kasihan.

Tanah retak seperti hati yang lama tak disapa.

Sumur-sumur mengering, dan angin membawa debu, bukan harapan.

Di sudut jalan yang sepi, seekor anjing terbaring lemah.

Matanya setengah tertutup, napasnya pendek, dan tubuhnya seperti menunggu setetes air.

Orang-orang lewat, namun kemarau juga mengeringkan hati.

Hingga datanglah seorang perempuan yang dunia panggil "nakal".

Ia berhenti. Ia melihat. Ia peduli.

Ia mencari air, namun semua kering.

Lalu ia melepaskan sepatunya.

Dengan sepatu itu, ia berjalan mencari sisa air.

Akhirnya ia menemukan genangan kecil.

Ia menampung air dengan sepatunya.

Ia kembali dan meneteskan air itu ke mulut anjing.

Setetes demi setetes.

Dan perlahan, anjing itu bergerak.

Hidup belum pergi.

Perempuan itu tersenyum.

Tidak ada yang melihat.

Tidak ada yang memuji.

Namun Tuhan melihat.

Kemarau tidak mengeringkan semua hati.

Kebaikan tetap hidup.

Sepatu itu menjadi perantara kehidupan.

Dan perempuan itu menjadi jalan rahmat.

Karena bukan banyaknya air yang menyelamatkan, tetapi ketulusan yang mengantarkannya.

pikiranyayat.com