Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Pelajaran Berharga dari Nabi Ibrahim dan Ismail


 

Pelajaran Berharga dari Nabi Ibrahim dan Ismail: Tidak Banyak Bertanya, Tapi Yakin Tanpa Ragu

Oleh: Yayat Suyatna

Di zaman sekarang, manusia ingin semua hal dijelaskan.

Ingin semua takdir masuk akal.

Ingin semua doa segera terlihat jawabannya.

Padahal hidup tidak selalu bekerja sesuai logika manusia.

Ada saat ketika Allah hanya meminta kita percaya.

Dan pelajaran itu terlihat begitu indah dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Ketika perintah penyembelihan datang dari langit, Nabi Ibrahim tidak sibuk membantah.

Beliau tidak banyak bertanya.
Beliau tidak berkata:
“Mengapa harus anakku?”
“Mengapa harus sekarang?”
“Apakah tidak ada cara lain?”

Beliau memilih taat.

Dan yang lebih menggetarkan, Nabi Ismail pun tidak memberontak.

Beliau berkata: "Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar."

Betapa luar biasanya hubungan seorang ayah dan anak yang sama-sama yakin kepada Allah.

Mereka tidak banyak bertanya.

Mereka memilih percaya.

Karena iman kadang bukan tentang memahami semuanya.

Tetapi tentang yakin bahwa Allah tidak pernah salah menentukan jalan hidup hamba-Nya.

Hari ini kita hidup di zaman yang penuh keraguan.

Sedikit ujian membuat manusia marah kepada keadaan.

Sedikit kehilangan membuat manusia kecewa kepada Tuhan.

Padahal bisa jadi, apa yang kita anggap kehilangan justru penyelamatan dari Allah.

Ibrahim dan Ismail mengajarkan bahwa ketenangan lahir dari keyakinan.

Keyakinan bahwa Allah lebih tahu daripada manusia.

Allah lebih sayang daripada dunia.

Dan Allah tidak pernah memberi ujian tanpa makna.

Kadang hidup memang tidak mudah dipahami.

Tetapi tidak semua takdir harus dimengerti untuk bisa diterima.

Ada saat ketika logika berhenti di batasnya.

Dan iman melanjutkan langkahnya.

Karena orang yang yakin kepada Allah mungkin tetap menangis, tetapi tidak kehilangan harapan.

Mungkin tetap terluka, tetapi tidak kehilangan arah.

Dan mungkin itulah pelajaran terbesar dari Ibrahim dan Ismail.

Bahwa manusia yang dekat kepada Allah tidak selalu hidup tanpa ujian.

Tetapi memiliki hati yang kuat untuk percaya.

Tidak semua jawaban datang hari ini.

Tetapi hati yang yakin akan selalu menemukan ketenangan.

pikiranyayat.com