Kadang Hidup Seperti Password WiFi Tetangga: Dekat Tapi Sulit Dijangkau
Ada banyak hal dalam hidup yang terlihat dekat, tapi ternyata sulit dijangkau.
Seperti password WiFi tetangga.
Sinyalnya penuh.
Jaraknya dekat.
Kadang bahkan HP kita otomatis mendeteksi namanya.
Tapi tetap saja,
kita tidak bisa masuk.
Begitulah hidup.
Kadang kita melihat orang lain tampak bahagia.
Kariernya lancar.
Keluarganya harmonis.
Rezekinya seperti tidak pernah tersesat.
Sementara kita?
Baru buka aplikasi mobile banking saja sudah tarik napas panjang.
Lalu diam-diam kita bertanya:
“Kenapa hidup orang lain terlihat lebih mudah?”
Padahal belum tentu.
Bisa jadi mereka juga sedang berjuang.
Hanya saja tidak semua orang menampilkan luka di media sosial.
Ada yang tertawa sambil menyimpan cicilan.
Ada yang terlihat tenang sambil menahan kecewa.
Ada yang rajin memberi motivasi, tapi dirinya sendiri hampir menyerah.
Hidup memang lucu.
Kadang yang kita kejar mati-matian justru tidak cocok untuk kita.
Dan yang sebenarnya baik untuk kita malah sering kita abaikan.
Seperti WiFi tetangga tadi.
Mungkin bukan tugas kita untuk masuk ke semua jaringan.
Kadang kita hanya perlu sabar memperbaiki “sinyal” hidup sendiri.
Karena kebahagiaan bukan soal siapa yang paling banyak terhubung. Tapi siapa yang paling bisa bersyukur, walau koneksi hidupnya kadang naik turun.
pikiranyayat.com
