Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Bisikan Hati Anak Rantau


 

Bisikan Hati Perantau: Pulang Malu, Nggak Pulang Rindu

Bisikan Hati Anak Rantau : Pulang Malu, Nggak Pulang Rindu

Oleh: Yayat Suyatna
Klik “Dengarkan” untuk membacakan dari judul sampai quote akhir.
Ada suara yang tidak terdengar, namun selalu hadir setiap malam— bisikan hati seorang perantau. “Pulang, tapi belum berhasil.” “Tidak pulang, tapi hati tertinggal.” Di situlah engkau berdiri, di antara harapan dan kenyataan, di antara gengsi dan kerinduan. Wahai jiwa, engkau pergi dengan mimpi besar, membawa harapan yang tak sedikit. Namun hidup tidak selalu memberi jalan lurus. Ia memutar, menggoyahkan, bahkan kadang menjatuhkan. Dan saat itu terjadi, engkau mulai ragu untuk pulang. Bukan karena tidak ingin, tetapi karena takut dianggap gagal. Padahal rumah tidak pernah menilai sejauh apa engkau melangkah. Ia hanya ingin tahu, apakah engkau baik-baik saja. Namun engkau memilih bertahan di jauh, menyembunyikan rindu di balik kesibukan, menahan diri agar terlihat kuat. Sementara di sana, ada yang selalu mendoakan diam-diam, tanpa tahu apa yang sedang kau perjuangkan. Wahai perantau, tidak semua keberanian harus ditunjukkan dengan bertahan. Kadang, keberanian justru hadir saat engkau berani kembali. Kembali bukan berarti kalah, tetapi mengakui bahwa engkau juga manusia. Yang bisa lelah, yang bisa gagal, dan yang berhak untuk pulang. Maka jangan biarkan gengsi mengalahkan rindu. Karena rindu tidak pernah salah, yang sering salah… adalah cara kita menahannya. Dan ketika suatu hari engkau benar-benar pulang, engkau akan mengerti: bahwa yang ditunggu bukan keberhasilanmu, tetapi dirimu.
pikiranyayat.com
tidak menggurui, tapi menemani