Ada dua kalimat sederhana
yang bisa menyembuhkan banyak hal dalam hidup:
terima kasih
dan
maaf.
Namun anehnya,
justru dua kata itu
yang paling sering kita tahan.
Kita mudah menuntut,
tapi sulit menghargai.
Kita mudah merasa benar,
tapi berat mengakui salah.
Wahai jiwa,
mengucap terima kasih
bukan karena orang lain sempurna,
tetapi karena kita sadar…
tidak ada yang berjalan sendiri.
Dan meminta maaf
bukan karena kita kalah,
tetapi karena kita memilih
untuk menjaga hati,
bukan ego.
Betapa banyak hubungan retak
bukan karena kesalahan besar,
tetapi karena tidak ada yang mau berkata:
“Aku salah…”
atau
“Terima kasih sudah bertahan…”
Padahal satu kalimat saja,
cukup untuk meredakan banyak luka.
Namun kita menunda.
Menunggu waktu yang tepat.
Menunggu orang lain duluan.
Sampai akhirnya…
yang tersisa hanya penyesalan.
Maka jangan tunggu sempurna untuk mengucap.
Jangan tunggu terlambat untuk menyadari.
Karena dalam hidup ini,
yang membuat kita tetap manusia
bukan seberapa hebat kita,
tetapi seberapa tulus kita
menghargai dan mengakui.
Jika hari ini masih ada yang bisa kau ucapkan—
ucapkanlah.
Sebelum semuanya
hanya tinggal kenangan.
pikiranyayat.com
tidak menggurui, tapi menemani