Saat Cinta Tidak Mengikuti Rumus
Oleh: Yayat Suyatna
Kita sering mencoba memahami cinta dengan logika.
Jika memberi, harus dibalas. Jika setia, harus dihargai. Jika berjuang, harus berhasil.
Semua terasa masuk akal.
Namun cinta tidak selalu demikian.
Ada yang memberi banyak, tapi tidak mendapat yang sama.
Ada yang setia, tapi justru ditinggalkan.
Ada yang berjuang, tapi tidak sampai pada tujuan.
Di situlah kita mulai bingung karena cinta tidak mengikuti rumus.
Ia tidak bisa dijumlahkan, tidak bisa dibagi rata, dan tidak selalu adil.
Kadang cinta hadir untuk menguatkan. Kadang justru untuk mengajarkan melepaskan.
Masalahnya bukan pada cinta yang rumit, tapi pada harapan kita yang terlalu pasti.
Kita ingin semuanya seimbang. Semuanya sesuai. Semuanya berjalan seperti yang kita bayangkan.
Padahal cinta bukan tentang hasil yang pasti, tapi tentang proses yang kita jalani.
Tentang bagaimana kita memberi tanpa menghitung. Tentang bagaimana kita bertahan tanpa memastikan. Dan tentang bagaimana kita menerima bahwa tidak semua harus dimiliki.
Mungkin cinta tidak perlu selalu dimengerti, cukup dijalani dengan kejujuran.
Karena pada akhirnya, yang membuat cinta bermakna bukan karena ia sempurna, tapi karena ia mengubah kita menjadi lebih manusia.
pikiranyayat.com — cinta tidak selalu logis, tapi selalu punya makna.
