Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Catatan Akhir Ramadhan (6): Mengejar Hilal

Hilal Tak Kunjung Tampak

"Hilal Tak Kunjung Tampak"

Oleh: Yayat S

Klik tombol untuk mendengarkan artikel.
Ada saat dalam hidup ketika kita merasa sudah cukup berusaha, cukup berdoa, bahkan cukup bersabar—namun “hilal” itu belum juga tampak. Kita menatap langit harapan dengan keyakinan, tetapi yang datang justru jeda.



Di titik itu, kita sering tergoda untuk bertanya: mengapa belum sekarang? Padahal mungkin, persoalannya bukan pada hilal yang tidak ada, melainkan pada waktu yang belum tiba. Kita hidup di zaman yang terlalu terbiasa dengan kepastian instan, sehingga sulit menerima bahwa ada hal-hal yang memang harus ditunggu—bukan karena terlambat, tetapi karena belum tepat. Hilal yang tak kunjung tampak sejatinya bukan sekadar fenomena langit. Ia adalah cermin kehidupan. Bahwa tidak semua yang kita inginkan harus segera hadir, dan tidak semua yang tertunda berarti sia-sia. Ada proses yang sedang disempurnakan. Ada diri yang sedang dipersiapkan. Maka mungkin, yang perlu kita ubah bukan cara melihat langit, tetapi cara memahami waktu. Karena pada akhirnya, kita tidak sedang menunggu hilal semata… kita sedang belajar percaya bahwa waktu terbaik selalu milik Allah.