Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Terima kasih Semut


 

Seekor Semut dan Pelajaran tentang Kehidupan

Oleh: Yayat Suyatna

Pernahkah kita memperhatikan seekor semut?
Tubuhnya kecil. Sangat kecil bahkan. Sering dianggap tidak berarti.
Tetapi dari makhluk kecil itu, ada pelajaran besar tentang kehidupan.

Semut tidak pernah berjalan sambil mengeluh.
Ia terus bergerak, meski membawa beban berkali-kali lebih besar dari tubuhnya.
Kadang jatuh. Kadang terbalik. Kadang jalannya terhalang.
Tetapi ia tidak duduk meratapi keadaan.
Ia bangkit lagi. Mencoba lagi. Berjalan lagi.

Manusia sering kalah oleh masalah, padahal semut mengajarkan bahwa hidup bukan tentang seberapa berat bebanmu, tetapi seberapa kuat kau mau melangkah.
Semut juga tidak hidup sendirian.
Ia saling membantu. Saling memberi jalan. Saling menjaga makanan untuk koloninya.

Di zaman sekarang, banyak manusia justru sibuk saling menjatuhkan.
Padahal makhluk kecil seperti semut saja tahu arti kebersamaan.

Dan satu lagi yang menarik.
Semut tidak pernah sombong.
Meski pekerja keras, ia tetap kecil. Tetap diam. Tetap bekerja tanpa perlu tepuk tangan.
Kadang kita terlalu ingin dilihat. Terlalu ingin dipuji. Terlalu ingin dianggap hebat.
Padahal hal-hal besar sering lahir dari kerja kecil yang dilakukan terus-menerus.

Seekor semut mungkin tidak bisa mengubah dunia sendirian.
Tetapi ribuan semut mampu membangun kehidupan yang luar biasa.
Begitulah manusia. Jangan pernah merasa kecil.
Karena sesuatu yang kecil, bila dilakukan dengan sabar dan konsisten, bisa menjadi besar.

“Jangan malu menjadi kecil. Semut yang kecil pun mampu mengajarkan manusia tentang kerja keras, kesabaran, dan kebersamaan.”