Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Pelajaran Berharga dari Siti Hajar


 

Ditinggalkan di Padang Tandus

Oleh: Yayat Suyatna.

Ada luka yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Salah satunya adalah ketika harus ditinggalkan… di tempat yang bahkan tak tampak kehidupan. Siti Hajar pernah merasakan itu.

Beliau ditinggalkan oleh suaminya, Nabi Ibrahim, di sebuah padang tandus bersama bayi kecilnya, Nabi Ismail. Tidak ada pohon. Tidak ada makanan yang cukup. Tidak ada sumber air. Hanya gurun yang sunyi… dan langit yang terasa jauh.

Dengan hati penuh tanya, Siti Hajar berkata kepada Nabi Ibrahim: “Apakah ini perintah Allah?” Dan ketika Nabi Ibrahim menjawab, “Ya,” maka Siti Hajar berkata: “Kalau begitu, Allah tidak akan menyia-nyiakan kami.” Kalimat itu sederhana, tetapi lahir dari iman yang luar biasa.

Kadang hidup membawa kita ke keadaan yang sepi, sulit, dan menakutkan. Seperti Siti Hajar. Beliau tidak ditinggalkan karena Allah membencinya. Justru karena Allah sedang menyiapkan kemuliaan besar. Maka jangan buru-buru menganggap semua kesulitan adalah hukuman. Kadang itu proses penguatan.

Meski percaya kepada Allah, Siti Hajar tidak hanya duduk menunggu. Beliau tetap berlari antara Bukit Safa dan Bukit Marwah mencari air. Ini pelajaran penting: iman harus berjalan bersama ikhtiar. Berdoa iya. Berusaha juga iya.

Saat tenaga hampir habis, Allah menghadirkan Sumur Zamzam. Air itu muncul bukan dari tempat yang jauh, tetapi dari dekat kaki Nabi Ismail. Kadang yang kita cari ke mana-mana, ternyata Allah letakkan dekat dengan kita. Hanya saja, kita diminta sabar lebih dulu.

Siapa sangka perjuangan seorang ibu di gurun tandus, kelak diabadikan menjadi ibadah sa’i bagi jutaan manusia? Ini mengajarkan: tidak ada perjuangan tulus yang sia-sia di sisi Allah.

Siti Hajar mengajarkan bahwa hidup memang kadang terasa seperti padang tandus— sunyi, berat, dan melelahkan. Tetapi selama hati masih yakin kepada Allah, harapan tidak pernah benar-benar hilang.

Karena bisa jadi… di balik rasa ditinggalkan yang sedang kita rasakan hari ini, Allah sedang menyiapkan “Zamzam” terbaik dalam hidup kita.

pikiranyayat.com