Terimakasih atas Matahari-Mu
Siap diputar.
Terimakasih atas Matahari-Mu.
Terimakasih, atas matahari-Mu yang tak pernah lelah terbit, meski manusia sering lupa bersyukur.
Ia datang tanpa diminta, menyapa tanpa suara, namun kehangatannya menyentuh setiap jiwa yang mau merasakan.
Wahai Tuhan, kami sering mencari cahaya jauh ke langit, padahal Engkau sudah memberinya setiap pagi.
Namun kami, lebih sering sibuk mengeluh, daripada berhenti sejenak untuk sekadar berkata: terimakasih.
Matahari-Mu mengajarkan kami satu hal: tentang memberi tanpa meminta kembali.
Ia tidak memilih siapa yang pantas disinari. Ia tidak bertanya siapa yang bersyukur. Ia tetap memberi, meski sering dilupakan.
Bukankah itu pelajaran hidup?
Bahwa kebaikan sejati tidak selalu harus dihargai. Bahwa memberi tidak selalu harus dibalas.
Dan bahwa hidup bukan tentang siapa yang melihat kita, tetapi tentang siapa yang tetap memberi meski tak dilihat.
Wahai diri, belajarlah dari matahari, yang tetap bersinar meski dunia tak selalu peduli.
Dan jika suatu hari hidup terasa gelap, ingatlah, bukan karena cahaya itu hilang, tetapi karena kita lupa menoleh ke arahnya.
Terimakasih, Tuhan, atas matahari-Mu.
Dan ajarkan kami, untuk menjadi sedikit sepertinya: memberi, menghangatkan, dan tetap setia pada cahaya, meski tak selalu dipuji.
