Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Secangkir Tenang Di Damar Toba


 

Di Ujung Cahaya, Ada Damar Toba

oleh : Yayat Suyatna

Di tepi Danau Toba, di sebuah tempat bernama Damar Toba, lampu-lampu kecil mulai menyala saat matahari pulang perlahan.

Cahayanya tidak terang, namun cukup untuk membuat hati merasa pulang.

Ada bangku-bangku kayu yang diam, menyimpan cerita orang-orang yang pernah duduk di sana—tentang cinta, tentang luka, dan tentang harapan yang tak pernah benar-benar padam.

Seorang lelaki duduk sendiri di ujung dermaga. Bukan karena ia tak punya tujuan, tetapi karena ia sedang belajar menerima apa yang tidak bisa ia ubah.

Di tangannya, secangkir kopi hangat, dan di hadapannya, air danau yang tenang seolah mengajaknya berdamai.

Di tempat seperti ini, kita tidak perlu banyak bicara.

Karena alam sudah lebih dulu menjelaskan bahwa tidak semua yang hilang harus dikejar, dan tidak semua yang datang harus dipertahankan.

Lampu-lampu Damar Toba berkedip lembut di atas air, seperti doa-doa yang tak terdengar, namun selalu sampai.

Dan di antara cahaya yang sederhana itu, kita belajar satu hal: bahwa keindahan tidak selalu besar, kadang ia hanya perlu cukup untuk menenangkan.

Malam semakin dalam, dan suara semakin sedikit.

Namun justru di situlah, kita mulai mendengar diri sendiri dengan lebih jujur.

Jika suatu hari engkau datang ke Damar Toba, jangan hanya melihat lampunya—lihat juga apa yang ia nyalakan di dalam hatimu.

Karena mungkin, yang kau cari selama ini bukan tempat, melainkan rasa tenang yang lama hilang.

pikiranyayat.com