Ramadhan hampir pergi, meninggalkan jejak yang tak selalu terlihat, namun semoga terasa di dalam hati.
Kita mungkin tak menjadi sempurna, tapi semoga menjadi lebih lembut.
Tak selalu kuat, tapi semoga lebih sabar.
Di akhir ini, bukan soal seberapa banyak yang kita lakukan, melainkan seberapa dalam kita berubah.
Semoga yang kita tahan menjadi kekuatan, yang kita doakan menjadi jalan, dan yang kita perbaiki menjadi bekal.
Ramadhan boleh berlalu, tapi semoga kebaikannya tinggal—diam, tumbuh, dan menuntun kita menjadi manusia yang lebih tenang.
(pikiranyayat.com)